Selasa, 01 Mei 2012

Manusia dan Cinta Kasih

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Dalam buku seni mencintai karya Erich From bahwa cinta itu memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan, dan yang terpenting dalam hal memberi adalah yang manusiawi. Kalau diamati secara seksama bahwasanya dalam hal cinta sudah sepatutnya kita memberi, memeberi disini maksudnya adalah semua yang ada pada kita dan dia sedang membutuhkan kita maka kita akan selalu ada untuknya. Dengan kata lain saling membutuhkan satu sama lain.




Study Kasus

Ini merupakan cerita nyata dan mungkin terjadi bukan hanya pada kedua pasangan ini, sebut saja A (suami) dan B (istri) ,langsung saja pada inti cerita, pada saat itu yang tanggal dan harinya saya lupa, saya mendapat kabar bahwa bapak A meninggal dunia dikarenakan sakit yg dideritanya, mungkin dikarenakan faktor usia karena usia bapak itu kalau diperkirakan sekitar 60an lebih. 

Namun yang sangat mengagetkan adalah sehari setelah bapak A meninggal dunia, saya mendapat kabar lagi bahwa ibu B yang merupakan istri dari bapak A yang baru kemarin meninggal dunia telah meninggal dunia juga, sungguh suatu hal yang jarang terjadi dan mungkin sulit untuk dipercaya, mungkin beliau sangat syok terhadap kepergian sang suami atau mungkin inilah yang namanya cinta sejati, cinta sehidup semati. 

Semoga cerita ini bisa menyadarkan kita bahwa betapa pentingnya orang-orang yang selama ini berada disamping kita, sayangi dan cintailah orang-orang yang berada disamping kita saat ini, karena kita akan sangat merasa kehilangan disaat mereka benar-benar pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya.


sumber
wikipedia

Minggu, 25 Maret 2012

Manusia Dan Kebudayaan

A.  Pengertian manusia

Menurut Wikipedia Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran.
Dari segi biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Dari segi kerohanian, manusia dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.
Dalam antropologi kebudayaan, manusia dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara bahasa Ilmu berasal dari bahasa arab ‘alima, ya’lamu, ‘ilman, dengan wazan fa’ila, yaf’alu, yang berarti : mengerti, memahami benar-benar. Sedangkan secara istilah, ada banyak sekali pendapat tentang itu, seperti pendapat :
  1. Muhammad Hatta mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hokum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabi’atnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
  2. Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah empiris, rasional, umum dan sistematik, dan keempatnya serentak.
  3. Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
  4. Ashley Pearson, guru besar Antropologi di Rutgers University menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari satu pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
  5. Harsojo, guru besar Antropologi di Universitas pajajaran, menerangkan bahwa ilmu adalah :